<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566</id><updated>2011-07-08T10:21:41.809+07:00</updated><title type='text'>Welcome  My Blog!!!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-8467796505141695147</id><published>2010-06-30T14:15:00.000+07:00</published><updated>2010-06-30T14:16:18.589+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Untuk apakah diri ini termangu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi siapakah hati ini berseru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana lagi harus kucari bayangmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapankah ku harus menunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku berpikir bagaimana lagi caraku mengadu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di benakku hanya tersimpan tanya mengapa engkau berlalu meninggalkanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesunyian aku mencari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban rindu yang terus menyakiti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah terik mentari aku menanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiranmu wahai penyejuk hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bayang keraguan yang senantiasa menguasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ku takkan pernah menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski raga ini begitu lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raga yang penuh rasa bersalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raga yang selalu kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berperang melawan amarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selalu kucoba melangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadapi semua cobaan meski tiada arah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-8467796505141695147?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/8467796505141695147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=8467796505141695147' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/8467796505141695147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/8467796505141695147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2010/06/untuk-apakah-diri-ini-termangu-demi.html' title=''/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-6055662765721459018</id><published>2010-01-12T20:14:00.000+07:00</published><updated>2010-01-12T20:15:44.428+07:00</updated><title type='text'>IPV  6 merupakan.....</title><content type='html'>Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-6055662765721459018?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/6055662765721459018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=6055662765721459018' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/6055662765721459018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/6055662765721459018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2010/01/ipv-6-merupakan.html' title='IPV  6 merupakan.....'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-7650543818324633126</id><published>2009-12-21T15:40:00.002+07:00</published><updated>2009-12-21T15:44:56.937+07:00</updated><title type='text'>Cellular technology,</title><content type='html'>Perkembangan TI dalam bidang Telekomunikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya konvergensi TI dengan teknologi telekomunikasi, membuat teknologi telah&lt;br /&gt;menjadi segalanya bagi manusia, Teknologi komunikasi khususnya selular telah berkembang&lt;br /&gt;pesat di Indonesia, hal ini dimungkinkan dengan penetrasi pasar yang besar terhadap&lt;br /&gt;kebutuhan telekomunikasi khususnya yang sifatnya mobile, saat ini menurut statistic pengguna&lt;br /&gt;selular di Indonesia telah mencapai angka sekitar 8 juta dengan.&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia secara tidak langsung telah menggunakan teknologi informasi khussunya&lt;br /&gt;dibidang komunikasi. Mobilitas dan trend mungkin yang menjadi factor utama dari suksesnya&lt;br /&gt;teknologi ini, mobilitas merupakan keunggulan utama teknologi seluler dibandingkan dengan&lt;br /&gt;telpon tetap. Setiap pelanggan dapat mengakses dimana saja., kapan pun ia berada,&lt;br /&gt;Komunikasi suara, dewasa ini, tidak lagi hanya mengandalkan jaringan kabel yang besifat tetap&lt;br /&gt;(fixed line), selain itu juga komunikasi tidak hanya suara namun juga data dan gambar yang&lt;br /&gt;berujung pada multimedia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita mengenal berbagai jenis perangkat komunikasi, seperti perangkat komunikasi&lt;br /&gt;tetap (fixed phone), komunikasi bergerak terbatas (fixed mobile phone) dan komunikasi&lt;br /&gt;bergerak selular (cellular mobile phone). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Teknologi mobile &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, liberalisasi bisnis seluler dimulai sejak tahun 1995, saat pemerintah mulai&lt;br /&gt;membuka kesempatan kepada swasta untuk berbisnis telepon seluler dengan cara kompetisi&lt;br /&gt;penuh. Bisa diperhatikan, bagaimana ketika teknologi GSM (global system for mobile) datang&lt;br /&gt;dan menggantikan teknologi seluler generasi pertama yang sudah masuk sebelumnya ke&lt;br /&gt;Indonesia seperti NMT (nordic mobile telephone) dan AMPS (advance mobile phone system).&lt;br /&gt;Ketika di tahun 1980-an, teknologi Global System for Mobile Communication (GSM) datang ke&lt;br /&gt;Indonesia, maka para operator pemakai teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System)&lt;br /&gt;menghilang. Lalu, muncul Satelindo sebagai pemenang, yang kemudian disusul oleh&lt;br /&gt;Telkomsel. Dan pada akhirnya teknologi GSM lebih unggul dan perkembang bak jamur di musin&lt;br /&gt;hujan, ini dikarenakan kapasitas jaringan lebih tinggi, karena efisiensi di spektrum frekuensi&lt;br /&gt;dari pada teknologi NMT dan AMPS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, dalam kurun waktu hampir satu dekade, teknologi GSM telah menguasai pasar&lt;br /&gt;dengan jumlah pelanggan lebih dari jumlah pelanggan telepon tetap.&lt;br /&gt;Di Indonesia, liberalisasi bisnis seluler dimulai sejak tahun 1995, saat pemerintah mulai&lt;br /&gt;membuka kesempatan kepada swasta untuk berbisnis telepon seluler dengan cara kompetisi&lt;br /&gt;penuh. Bisa diperhatikan, bagaimana ketika teknologi GSM (global system for mobile) datang&lt;br /&gt;dan menggantikan teknologi seluler generasi pertama yang sudah masuk sebelumnya ke&lt;br /&gt;Indonesia seperti NMT (nordic mobile telephone) dan AMPS (advance mobile phone system). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di tahun 1980-an, teknologi Global System for Mobile Communication (GSM) datang ke&lt;br /&gt;Indonesia, maka para operator pemakai teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System)&lt;br /&gt;menghilang. Lalu, muncul Satelindo sebagai pemenang, yang kemudian disusul oleh&lt;br /&gt;Telkomsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-7650543818324633126?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/7650543818324633126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=7650543818324633126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/7650543818324633126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/7650543818324633126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/12/perkembangan-ti-dalam-bidang.html' title='Cellular technology,'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-7108303062418367812</id><published>2009-12-21T15:31:00.003+07:00</published><updated>2009-12-21T15:45:36.387+07:00</updated><title type='text'>ISDN</title><content type='html'>SEKILAS ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISDN (Integrated Services Digital Network) merupakan layanan komunikasi telepon digital sekaligus pengiriman data. Layanan ini ditawarkan oleh Telkom dengan nama "Pasopati". ISDN memungkinkan pengiriman suara, data, teks, grafik, musik, gambar bergerak dan lainnya melalui jaringan telepon digital. Ini berarti pengguna ISDN dapat menggunakan layanan ini untuk melakukan panggilan telepon atau juga mengirim data antar LAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISDN Telkom memiliki dua tipe, ISDN PRA (Primary Rate Access, 1984 Kbps) dan ISDN (BRA (Basic Rate Access, 144 Kbps). PRA terdiri dari 30 kanal, masing-masing berukuran 64 Kbps, ditambah sebuah kanal signal sebesar 64 Kbps, total menjadi 1984 Kbps. BRA terdiri dari 2 kanal, masing-masing berukuran 64 Kbps, ditambah sebuah kanal signal sebesar 16 Kbps, total menjadi 144 Kbps. BRA menyediakan transfer data pada 144 Kbps hanya dengan sebuah twisted-pair.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PERANGKAT BRA (Basic Rate Access)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen ISDN adalah terminal, terminal adapter (disebut TA), perangkat network-termination, perangkat line-termination, dan perangkat exchange-termination. Terminal ISDN ada dua macam. Yang khusus dibuat untuk ISDN disebut sebagai perangkat terminal tipe 1 (disebut TE1). Yang tidak dibuat untuk ISDN, seperti pesawat telepon, yang telah diciptakan sebelum adanya standar ISDN, disebut sebagai tipe 2 (disebut TE2). TE1 dihubungkan dengan network ISDN menggunakan kabel twisted-pair 4 kabel digital. TE2 yang hendak dihubungkan ke ISDN harus melalui sebuah terminal adapter (TA). TA bisa berupa perangkat yang berdiri sendiri atau dapat juga berupa board di dalam sebuah TE2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas perangkat TE1 dan TE2, koneksi berikutnya adalah perangkat network-termination tipe 1 (NT1) atau network-termination tipe 2 (NT2). Perangkat ini adalah perangkat yang menghubungkan pengkabelan pelanggan ke local loop 2 kabel. Perangkat NT2 lebih kompleks dan biasanya ditemukan di perangkat PBX dan melaksanakan tugas protokol layer 2 dan 3. Perangkat NT1 dan NT2 juga terdapat pada perangkat yang mengkombinasikan fungsi NT1 dan NT2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat ISDN dapat "memanggil" perangkat ISDN lainnya yang dihubungkan dengan jalur ISDN. Dengan cara ini pelanggan dapat menghubungkan 2 LAN pada daerah yang berjauhan dengan koneksi full digital berkecepatan hingga 128 Kbps. Dibawah ini adalah gambaran sederhana tentang koneksi dua perangkat ISDN melalui jalur ISDN milik Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8zqWjRZcI/AAAAAAAAABA/-fveRI0vgTQ/s1600-h/isdn_diagram1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 99px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8zqWjRZcI/AAAAAAAAABA/-fveRI0vgTQ/s320/isdn_diagram1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417605679451039170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam WAN port ISDN pada router ISDN. Pertama adalah S/T interface dan kedua adalah U interface. Router ISDN dengan U interface telah memiliki perangkat NT1 terintegrasi di dalamnya. Pada beberapa kasus, pelanggan di Jakarta sebaiknya menggunakan perangkat ISDN dengan NT-1 yang tidak terintegrasi di dalam perangkat. Gunakanlah perangkat ISDN dengan S/T interface, dan gunakan NT1 eksternal. Penggunaan perangkat ISDN dengan NT1 yang terintegrasi di dalamnya seringkali mengakibatkan ketidaksesuaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya perangkat modem dan router ISDN memiliki 2 port RJ-11 yang dapat dihubungkan ke pesawat telepon biasa (analog). Mengapa dua? Karena ISDN BRA memiliki dua kanal 64 Kbps, setiap kanal dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon atau mengirimkan data. Jadi, apabila sedang tidak digunakan untuk mengirimkan data, kedua kanal tadi masing-masingnya dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon. Apabila router atau modem tersebut sedang menggunakan bandwidth sampai 64 Kbps maka baru satu kanal yang digunakan, kanal satunya dapat dipergunakan untuk melakukan panggilan telepon. Namun apabila router atau modem tersebut sedang menggunakan bandwidth lebih besar dari 64 Kbps maka kedua kanal tadi akan terpakai dan tidak dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRO DAN KONTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan ISDN: &lt;br /&gt;·      Pelanggan dapat menggunakan saluran ISDN untuk telepon dan data.&lt;br /&gt;·      Kecepatan melebihi modem analog 56 Kbps, tanpa penurunan kualitas.&lt;br /&gt;·      Tidak membutuhkan pengkabelan baru, dapat menggunakan kabel telepon yang&lt;br /&gt;        sudah ada untuk dimigrasikan ke ISDN.&lt;br /&gt;·      Koneksi full digital.&lt;br /&gt;·      Instalasi yang relatif cepat oleh Telkom (apabila sudah tercakup&lt;br /&gt;        dalam wilayah yang memiliki jaringan ISDN).&lt;br /&gt;·      Pengguna dapat mematikan koneksinya sewaktu-waktu untuk menghemat&lt;br /&gt;        biaya pulsa ISDN Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan ISDN:&lt;br /&gt;·      Layanan ini tidak terdapat di semua wilayah.&lt;br /&gt;·      Penggunaan ISDN yang kontinyu menjadikannya lebih mahal dari koneksi&lt;br /&gt;        leased line. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-7108303062418367812?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/7108303062418367812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=7108303062418367812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/7108303062418367812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/7108303062418367812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/12/sekilas-isdn-isdn-integrated-services.html' title='ISDN'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8zqWjRZcI/AAAAAAAAABA/-fveRI0vgTQ/s72-c/isdn_diagram1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-5547511921507893231</id><published>2009-12-14T16:58:00.001+07:00</published><updated>2009-12-14T17:07:38.440+07:00</updated><title type='text'>ATM (Anjungan Tunai Mandiri / Automated Teller Machine)</title><content type='html'>1. MENGENAL ATM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sumber yang penulis peroleh, yaitu Kompas.co.id menjelaskan bahwa ATM adalah sebuah alat atau media elektronik yang menyediakan sebuah layanan kepada nasabah-nasabah bank dan mengizinkannya untuk mengambil uang atau mengecek saldo simpanan dari bank-bank tertentu tanpa pelayanan dari seorang “Teller” manusia.&lt;br /&gt;Banyak ATM juga telah mengizinkan para nasabah bank untuk membeli keperluan hidup melalui tarnsaksi ATM. Artinya ATM tidak hanya melayani nasabah bank untuk menyimpan atau mengambil uang secara otomatis. Seperti banyak ATM yang memberikan kemudahan nasabah untuk mentransfer uang ke sesama bank atau ke bank-bank yang berbeda, membeli pulsa atau perangko, dan lain sebagainya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ATM (AutomaticTeller Machine, atau Automated Teller Machine, atau di Indonesia dikenal sebagai Anjungan Tunai Mandiri) sudah bukan merupakan benda asing lagi bagi rakyat negara ini. Penduduk kota maupun desa sudah sangat akrab dengan mesin pencetak uang otomatis ini. Dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini, ATM sudah menyediakan banyak kemudahan bagi semua orang, transaksi apapun dapat dilakukan melalui alat ini, mulai dari penarikan tunai, transfer uang, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, bahkan setoran tunai maupun cetak buku dapat dilakukan di ATM, dan akses ATM juga dapat dilakukan via mobile bahkan internet.&lt;br /&gt;Namun sedikit pula yang mengetahui secara rinci bagaimana mesin ini bekerja dan melayani setiap nasabahnya serta seperti apa awal dari munculnya mesin ini. Semua pertanyaan tersebut akan dibahas pada subjudul berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SEJARAH ATM (AUTOMATIC TELLER MACHINE atau ANJUNGAN TUNAI MANDIRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya mesin pintar ini ditemukan oleh Don Wetzel, Vice President of Product Planning pada perusahaan Docutel (Sumber: Kompas.co.id). Kompas.co.id juga menerangkan bahwa konsep ATM pertama kali lahir pada tahun 1968, lalu prototipenya muncul setahun kemudian, dan akhirnya Ducotel mendaftarkannya pada Kantor paten pada tahun 1973.&lt;br /&gt;Perusahaan Docutel membeli mesin ATM dari tiga orang pembuatnya, yaitu Don Wetzel, yang pada saat itu adalah seorang Vice President of Product Planning di Docutel, Tom Barnes, Kepala Mekanik dan George Chastian, seorang insyinyur listrik. Ide awalnya berasal dari Wetzel, ketika mengantre di bank. Wetzel kerapkali merasa capai ketika berurusan dengan bank yang harus selalu mengantre untuk satu layanan sebagai nasabah bank. Hingga akhirnya ketiga penemu ini menciptakan mesin ATM yang di Indonesia dikenal dengan istilah Anjungan Tunai Mandiri. Dan dana yang dihabiskan untuk sebuah mesin ATM pertama kali adalah sekitar lima juta dollar. Kemudian Perusahaan Docutel mengembangkan peralatan penanganan bagasi secara otomatis pada tahun 1968.&lt;br /&gt;ATM pertama dipasang atau digunakan oleh sebuah bank di New York, yaitu Chemical Bank New York. Namun, fakta ini masih menjadi sebuah controversial oleh banyak pihak, karena banyak bank yang mengclaim sebagai pengguna Automatic Teller Machine pertama, tapi Chemical Bank New York menyatakan hal tersebut berdasarkan catatan yang dibuat oleh Wetzel.&lt;br /&gt;ATM pertama ini tidak diletakkan di lobi bank, melainkan di dinding luar bank yang menghadap ke jalan raya. Dan untuk melindungi mesin dari hujan dan sinar matahari bank menggunakan kanopi. Dan saat ini, perkembangan ATM telah merambah ke seluruh dunia termasuk Negara ini untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. Secara umum ATM terdiri dari box ATM, tombol angka sebagai keyboard yang dilengkapi tombol cancel, enter dan exit, kemudian sebuah layar atau monitor dan kamera (optional) yang biasa terlihat dari luar bilik ATM. Sementara di dalam ATM itu sendiri terdiri dari sebuah CPU, keyboard, modem, kotak uang, printer mini dan card reader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-5547511921507893231?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/5547511921507893231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=5547511921507893231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/5547511921507893231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/5547511921507893231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/12/atm-anjungan-tunai-mandiri-automated.html' title='ATM (Anjungan Tunai Mandiri / Automated Teller Machine)'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-9169579560774577632</id><published>2009-11-17T20:45:00.002+07:00</published><updated>2009-11-17T20:47:33.108+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Perkembangan Teknologi Wireless&lt;br /&gt;Wi Max Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP). Perbandingan beberapa karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First Boston seperti berikut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan Perkembangan Teknologi Wireless  WiFi 802.11g WiMAX 802.16-2004* WiMAX 802.16e CDMA2000 1x EV-DO WCDMA/ UMTS &lt;br /&gt;Approximate max reach (dependent on many factors) 100 Meters 8 Km 5 Km 12 Km 12 Km &lt;br /&gt;Maximum throughput 54 Mbps 75 Mbps (20 MHz band) 30 Mbps (10 MHz band) 2.4 Mbps (higher for EV-DV) 2 Mbps (10+ Mbps fpr HSDPA) &lt;br /&gt;Typical Frequency bands 2.4 GHz 2-11 GHz 2-6 GHz 400,800,900,1700,1800,1900,2100 MHz 1800,1900,2100 MHz &lt;br /&gt;Application Wireless LAN Fixed Wireless Broadband (eg-DSL alternative) Portable Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Sekilas Tentang WiMAX&lt;br /&gt;WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Spektrum Frekuensi WiMAX&lt;br /&gt;Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Elemen Perangkat WiMAX&lt;br /&gt;Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Base Station (BS)&lt;br /&gt;Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPU (networking processing unit card) &lt;br /&gt;AU (access unit card)up to 6 +1 &lt;br /&gt;PIU (power interface unit) 1+1 &lt;br /&gt;AVU (air ventilation unit) &lt;br /&gt;PSU (power supply unit) 3+1 &lt;br /&gt;[sunting] Antena&lt;br /&gt;Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Subscriber Station (SS)&lt;br /&gt;Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Teknologi WiMAX dan Layanannya&lt;br /&gt;BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil. Namun demikian kemampuan mobility dari Mobile WiMAX masih berada dibawah kemampuan teknologi selular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Tinjauan Teknologi&lt;br /&gt;WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Manfaat dan Keuntungan&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Test Equipment WiMAX&lt;br /&gt;Rohde &amp; Schwarz (see also the Rohde &amp; Schwarz WiMAX homepage) &lt;br /&gt;Agilent Technologies (see also the Agilent WiMAX homepage) &lt;br /&gt;Sanjole (see also the Sanjole homepage) &lt;br /&gt;Anritsu (see also the [1]) &lt;br /&gt;[sunting] Vendor / Manufactures WiMAX&lt;br /&gt;Berikut adalah perusahaan pembuat perangkat WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motorola &lt;br /&gt;InfiNet Wireless &lt;br /&gt;Aperto &lt;br /&gt;EION &lt;br /&gt;[sunting] WiMAX di Indonesia&lt;br /&gt;Di Indonesia, izin prinsip penyelenggaraan jaringan WiMAX di frekuensi 2,3 GHz diberikan melalui proses lelang yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Depkominfo yang hasilnya diumumkan pada 16 Juli 2009 [1][2]. Hasil lelangnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona   Wilayah   Pemenang   Nilai (Rp)   &lt;br /&gt;1 Sumatera Utara PT First Media 7.201.000.000 &lt;br /&gt;2 Sumatera Bagian Tengah PT Berca Hardaya Perkasa 5.125.000.000 &lt;br /&gt;3 Sumatera Bagian Selatan PT Berca Hardaya Perkasa 5.125.000.000 &lt;br /&gt;4 Banten dan Jabodetabek PT First Media 121.201.000.000 &lt;br /&gt;5 Jawa Barat PT Comtronic System dan PT Adiwarta Perdana (konsorsium) 25.218.000.000 &lt;br /&gt;6 Jawa Tengah PT Telkom 18.654.000.000 &lt;br /&gt;7 Jawa Timur PT Comtronic System dan PT Adiwarta Perdana (konsorsium) 31.518.000.000 &lt;br /&gt;8 Bali dan NTB PT Berca Hardaya Perkasa 5.100.000.000 &lt;br /&gt;9 Papua PT Telkom 775.000.000 &lt;br /&gt;10 Maluku dan Maluku Utara PT Telkom 533.000.000 &lt;br /&gt;11 Sulawesi Selatan PT Berca Hardaya Perkasa 5.299.000.000 &lt;br /&gt;12 Sulawesi Bagian Utara PT Telkom 1.177.000.000 &lt;br /&gt;13 Kalimantan Barat PT Berca Hardaya Perkasa 6.991.000.000 &lt;br /&gt;14 Kalimantan Bagian Timur PT Berca Hardaya Perkasa 3.490.000.000 &lt;br /&gt;15 Kepulauan Riau PT Berca Hardaya Perkasa 4.000.000.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-9169579560774577632?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/9169579560774577632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=9169579560774577632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/9169579560774577632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/9169579560774577632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/11/wimax-adalah-singkatan-dari-worldwide_17.html' title=''/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-5797832366744034203</id><published>2009-11-17T20:45:00.000+07:00</published><updated>2009-11-17T20:46:32.158+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar isi [tampilkan]&lt;br /&gt;1 Perkembangan Teknologi Wireless &lt;br /&gt;2 Sekilas Tentang WiMAX &lt;br /&gt;3 Spektrum Frekuensi WiMAX &lt;br /&gt;4 Elemen Perangkat WiMAX &lt;br /&gt;4.1 Base Station (BS) &lt;br /&gt;4.2 Antena &lt;br /&gt;4.3 Subscriber Station (SS) &lt;br /&gt;5 Teknologi WiMAX dan Layanannya &lt;br /&gt;6 Tinjauan Teknologi &lt;br /&gt;7 Manfaat dan Keuntungan &lt;br /&gt;8 Test Equipment WiMAX &lt;br /&gt;9 Vendor / Manufactures WiMAX &lt;br /&gt;10 WiMAX di Indonesia &lt;br /&gt;11 Catatan kaki &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Perkembangan Teknologi Wireless&lt;br /&gt;Wi Max Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP). Perbandingan beberapa karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First Boston seperti berikut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan Perkembangan Teknologi Wireless  WiFi 802.11g WiMAX 802.16-2004* WiMAX 802.16e CDMA2000 1x EV-DO WCDMA/ UMTS &lt;br /&gt;Approximate max reach (dependent on many factors) 100 Meters 8 Km 5 Km 12 Km 12 Km &lt;br /&gt;Maximum throughput 54 Mbps 75 Mbps (20 MHz band) 30 Mbps (10 MHz band) 2.4 Mbps (higher for EV-DV) 2 Mbps (10+ Mbps fpr HSDPA) &lt;br /&gt;Typical Frequency bands 2.4 GHz 2-11 GHz 2-6 GHz 400,800,900,1700,1800,1900,2100 MHz 1800,1900,2100 MHz &lt;br /&gt;Application Wireless LAN Fixed Wireless Broadband (eg-DSL alternative) Portable Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband Mobile Wireless Broadband &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Sekilas Tentang WiMAX&lt;br /&gt;WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Spektrum Frekuensi WiMAX&lt;br /&gt;Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Elemen Perangkat WiMAX&lt;br /&gt;Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Base Station (BS)&lt;br /&gt;Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NPU (networking processing unit card) &lt;br /&gt;AU (access unit card)up to 6 +1 &lt;br /&gt;PIU (power interface unit) 1+1 &lt;br /&gt;AVU (air ventilation unit) &lt;br /&gt;PSU (power supply unit) 3+1 &lt;br /&gt;[sunting] Antena&lt;br /&gt;Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Subscriber Station (SS)&lt;br /&gt;Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Teknologi WiMAX dan Layanannya&lt;br /&gt;BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil. Namun demikian kemampuan mobility dari Mobile WiMAX masih berada dibawah kemampuan teknologi selular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Tinjauan Teknologi&lt;br /&gt;WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Manfaat dan Keuntungan&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Test Equipment WiMAX&lt;br /&gt;Rohde &amp; Schwarz (see also the Rohde &amp; Schwarz WiMAX homepage) &lt;br /&gt;Agilent Technologies (see also the Agilent WiMAX homepage) &lt;br /&gt;Sanjole (see also the Sanjole homepage) &lt;br /&gt;Anritsu (see also the [1]) &lt;br /&gt;[sunting] Vendor / Manufactures WiMAX&lt;br /&gt;Berikut adalah perusahaan pembuat perangkat WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motorola &lt;br /&gt;InfiNet Wireless &lt;br /&gt;Aperto &lt;br /&gt;EION &lt;br /&gt;[sunting] WiMAX di Indonesia&lt;br /&gt;Di Indonesia, izin prinsip penyelenggaraan jaringan WiMAX di frekuensi 2,3 GHz diberikan melalui proses lelang yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Depkominfo yang hasilnya diumumkan pada 16 Juli 2009 [1][2]. Hasil lelangnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona   Wilayah   Pemenang   Nilai (Rp)   &lt;br /&gt;1 Sumatera Utara PT First Media 7.201.000.000 &lt;br /&gt;2 Sumatera Bagian Tengah PT Berca Hardaya Perkasa 5.125.000.000 &lt;br /&gt;3 Sumatera Bagian Selatan PT Berca Hardaya Perkasa 5.125.000.000 &lt;br /&gt;4 Banten dan Jabodetabek PT First Media 121.201.000.000 &lt;br /&gt;5 Jawa Barat PT Comtronic System dan PT Adiwarta Perdana (konsorsium) 25.218.000.000 &lt;br /&gt;6 Jawa Tengah PT Telkom 18.654.000.000 &lt;br /&gt;7 Jawa Timur PT Comtronic System dan PT Adiwarta Perdana (konsorsium) 31.518.000.000 &lt;br /&gt;8 Bali dan NTB PT Berca Hardaya Perkasa 5.100.000.000 &lt;br /&gt;9 Papua PT Telkom 775.000.000 &lt;br /&gt;10 Maluku dan Maluku Utara PT Telkom 533.000.000 &lt;br /&gt;11 Sulawesi Selatan PT Berca Hardaya Perkasa 5.299.000.000 &lt;br /&gt;12 Sulawesi Bagian Utara PT Telkom 1.177.000.000 &lt;br /&gt;13 Kalimantan Barat PT Berca Hardaya Perkasa 6.991.000.000 &lt;br /&gt;14 Kalimantan Bagian Timur PT Berca Hardaya Perkasa 3.490.000.000 &lt;br /&gt;15 Kepulauan Riau PT Berca Hardaya Perkasa 4.000.000.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-5797832366744034203?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/5797832366744034203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=5797832366744034203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/5797832366744034203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/5797832366744034203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/11/wimax-adalah-singkatan-dari-worldwide.html' title=''/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-6900866921083496320</id><published>2009-11-17T20:05:00.000+07:00</published><updated>2009-11-17T20:20:44.471+07:00</updated><title type='text'>FRAME RELAY</title><content type='html'>Frame Relay adalah protokol packet-switching yang menghubungkan perangkat-perangkat telekomunikasi pada satu Wide Area Network (WAN).[1] Protokol ini bekerja pada lapisan Fisik dan Data Link pada model referensi OSI.[2] Protokol Frame Relay menggunakan struktur Frame yang menyerupai LAPD, perbedaannya adalah Frame Header pada LAPD digantikan oleh field header sebesar 2 bita pada Frame Relay&lt;br /&gt;Keuntungan Frame Relay&lt;br /&gt;Frame Relay menawarkan alternatif bagi teknologi Sirkuit Sewa lain seperti jaringan X.25 dan sirkuit Sewa biasa. Kunci positif teknologi ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sirkuit Virtual hanya menggunakan lebar pita saat ada data yang lewat di dalamnya, banyak sirkuit virtual dapat dibangun secara bersamaan dalam satu jaringan transmisi.&lt;br /&gt;* Kehandalan saluran komunikasi dan peningkatan kemampuan penanganan error pada perangkat-perangkat telekomunikasi memungkinkan protokol Frame Relay untuk mengacuhkan Frame yang bermasalah (mengandung error) sehingga mengurangi data yang sebelumnya diperlukan untuk memproses penanganan error&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standarisasi Frame Relay&lt;br /&gt;Proposal awal mengenai teknologi Frame Relay sudah diajukan ke CCITT semenjak tahun 1984, namun perkembangannya saat itu tidak signifikan karena kurangnya interoperasi dan standarisasi dalam teknologi ini. Perkembangan teknologi ini dimulai di saat Cisco, Digital Equipment Corporation (DEC), Northern Telecom, dan StrataCom membentuk suatu konsorsium yang berusaha mengembangkan frame relay. Selain membahas dasar-dasar protokol Frame Relay dari CCITT, konsorsium ini juga mengembangkan kemampuan protokol ini untuk berinteroperasi pada jaringan yang lebih rumit. Kemampuan ini di kemudian hari disebut Local Management Interface (LMI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format Frame Relay terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flags&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membatasi awal dan akhir suatu frame. Nilai field ini selalu sama dan dinyatakan dengan bilangan hexadesimal 7E atau 0111 1110 dalam format biner. Untuk mematikan bilangan tersebut tidak muncul pada bagian frame lainnya, digunakan prosedur Bit-stuffing dan Bit-destuffing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Address&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari beberapa informasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Data Link Connection Identifier (DLCI), terdiri dari 10 bita, bagian pokok dari header Frame Relay dan merepresentasikan koneksi virtual antara DTE dan Switch Frame Relay. Tiap koneksi virtual memiliki 1 DLCI yang unik.&lt;br /&gt;2. Extended Address (EA), menambah kemungkinan pengalamatan transmisi data dengan menambahkan 1 bit untuk pengalamatan&lt;br /&gt;3. C/R, menentukan apakah frame ini termasuk dalam kategori Perintah (Command) atau Tanggapan (Response)&lt;br /&gt;4. FECN (Forward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan tujuan&lt;br /&gt;5. BECN (Backward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang mengarah ke switch FR tersebut tetapi dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan asal&lt;br /&gt;6. Discard Eligibility, menandai frame yang dapat dibuang jika terjadi kongesti di jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari data pada layer di atasnya yang dienkapsulasi. Tiap frame yang panjangnya bervariasi ini dapat mencapai hingga 4096 oktet.&lt;br /&gt;[sunting] Frame Check Sequence&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertujuan untuk memastikan integritas data yang ditransmisikan. nilai ini dihitung perangkat sumber dan diverifikasi oleh penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkuit Virtual&lt;br /&gt;Frame pada Frame Relay dikirimkan ke tujuannya dengan menggunakan sirkit virtual (jalur logikal dalam jaringan). Sirkit Virtual ini bisa berupa Sirkit Virtual Permanen (Permanent Virtual Circuit / PVC), atau Sirkit Virtual Switch (Switched Virtual Circuit / SVC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permanent Virtual Circuit (PVC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PVC adalah koneksi yang terbentuk untuk menghubungkan 2 peralatan secara terus menerus tanpa memperhitungkan apakah sedang ada komunikasi data yang terjadi di dalam sirkit tersebut. PVC tidak memerlukan proses pembangunan panggilan seperti pada SVC dan memiliki 2 status kerja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Data Transfer, pengiriman data sedang terjadi dalam sirkit&lt;br /&gt;2. Idle, koneksi antar titik masih aktif tapi tidak ada data yang dikirimkan dalam sirkit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Switched Virtual Circuit (SVC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SVC adalah koneksi sementara yang terbentuk hanya pada kondisi dimana pengiriman data berlangsung. Status-status dalam koneksi ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Call Setup, hubungan antar perangkat sedang dibangun&lt;br /&gt;2. Data Transfer, data dikirimkan antar perangkat dalam sirkit virtual yang telah dibangun&lt;br /&gt;3. Idle, ada koneksi aktif yang telah terbentuk, tetapi tidak ada data yang lewat di dalamnya&lt;br /&gt;4. Call Termination, pemutusan hubungan antar perangkat, terjadi saat waktu idle melebihi patokan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-6900866921083496320?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/6900866921083496320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=6900866921083496320' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/6900866921083496320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/6900866921083496320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/11/frame-relay.html' title='FRAME RELAY'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-9058230416209309290</id><published>2009-11-11T22:20:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T22:38:03.518+07:00</updated><title type='text'>Wi-Fi</title><content type='html'>Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 802.11a&lt;br /&gt;    * 802.11b&lt;br /&gt;    * 802.11g&lt;br /&gt;    * 802.11n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Spesifikasi Wi-Fi Spesifikasi  Kecepatan  Frekuensi&lt;br /&gt;    Band  Cocok&lt;br /&gt;    dengan&lt;br /&gt;    802.11b  11 Mb/s  2.4 GHz  b&lt;br /&gt;    802.11a  54 Mb/s  5 GHz  a&lt;br /&gt;    802.11g  54 Mb/s  2.4 GHz  b, g&lt;br /&gt;    802.11n  100 Mb/s  2.4 GHz  b, g, n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Channel 1 - 2,412 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 2 - 2,417 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 3 - 2,422 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 4 - 2,427 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 5 - 2,432 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 6 - 2,437 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 7 - 2,442 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 8 - 2,447 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 9 - 2,452 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 10 - 2,457 MHz;&lt;br /&gt;    * Channel 11 - 2,462 MHz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).Wi-fi Hardware&lt;br /&gt;Wi-fi dalam bentuk PCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * PCI&lt;br /&gt;    * USB&lt;br /&gt;    * PCMCIA&lt;br /&gt;    * Compact Flash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wi-fi dalam bentuk USB&lt;br /&gt;[sunting] Mode Akses Koneksi Wi-fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu&lt;br /&gt;[sunting] Ad-Hoc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point&lt;br /&gt;[sunting] Infrastruktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).&lt;br /&gt;[sunting] Sistem Keamanan Wi-fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. WPA Pre-Shared Key&lt;br /&gt;   2. WPA RADIUS&lt;br /&gt;   3. WPA2 Pre-Shared Key Mixed&lt;br /&gt;   4. WPA2 RADIUS Mixed&lt;br /&gt;   5. RADIUS&lt;br /&gt;   6. WEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Popularitas Wi-fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-9058230416209309290?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/9058230416209309290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=9058230416209309290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/9058230416209309290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/9058230416209309290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/11/wi-fi.html' title='Wi-Fi'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-5284271437800189135</id><published>2009-10-11T20:59:00.000+07:00</published><updated>2009-10-11T21:00:39.705+07:00</updated><title type='text'>Membagi-bagi Koneksi Internet di Linux Slackware</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Kamis (19/03/2008) saya dituntut untuk bisa membuat router dengan menggunakan Linux. Alhamdulillah –dengan karunia Allah Ta’ala– saya bisa membuat satu router dari komputer yang spesifikasinya  Pentium III 700MHz dan RAM 256 tapi masih ternyata cukup handal juga untuk membagi koneksi dengan 7 komputer.&lt;br /&gt;Koneksi internet yang saya gunakan adalah TelkomselFlash unlimited; tepatnya modem TelkomselFlash Huawei E169.&lt;br /&gt;Setelah komputer tersebut saya install dengan distro favorit saya, Slackware, saatnya penyetingan router.&lt;br /&gt;Setting Jaringan (di komputer Router)&lt;br /&gt;Biasanya ketika dalam proses installasi pada tahap akhir, kita disodori netconfig. Maka settinglah:&lt;br /&gt;hostname: router&lt;br /&gt;domain: kita&lt;br /&gt;Setup P Address: static IP&lt;br /&gt;IP Addreess: 192.168.1.111&lt;br /&gt;Netmask: 255.255.255.0 (standarnya demikian: koneksi untuk 254 komputer)&lt;br /&gt;Gateway Address: (kosongkan; biasanya tinggal tekan tombol “Enter”)&lt;br /&gt;Use a Name Server: No&lt;br /&gt;terakhir, setelah komputer mengkonfirmasi settingan tadi, kita pilih Accept&lt;br /&gt;Setting IPTABLES (di komputer Router)&lt;br /&gt;edit file /etc/rc.d/rc.local (Menggunakan editor favorit anda; saya lebih suka menggunakan vim melalui terminal)&lt;br /&gt;didalam file tersebut tambahkanlah perintah:&lt;br /&gt;iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -o ppp0 -j MASQUERADE&lt;br /&gt;echo “1″ &gt; /proc/sys/net/ipv4/ip_forward&lt;br /&gt;Lalu restartlah komputer tersebut dengan mengetikkan perintah:&lt;br /&gt;#reboot&lt;br /&gt;Setting Komputer Client&lt;br /&gt;sebelumnya buka terminal di terminal router, dan lihatlah Name Servernya:&lt;br /&gt;#vim /etc/resolv.conf&lt;br /&gt;Lalu catat name servernya misalnya saya, pengguna telkomselFlash: 202.3.208.11 tutup dengan mengetik :qa!&lt;br /&gt;kalau di Linux, pakai netconfig atau program yang lain, tapi dengan settingan:&lt;br /&gt;hostname: client1&lt;br /&gt;domain: kita&lt;br /&gt;Setup P Address: static IP&lt;br /&gt;IP Addreess: 192.168.1.1&lt;br /&gt;Netmask: 255.255.255.0 (standarnya demikian: koneksi untuk 254 komputer)&lt;br /&gt;Gateway Address: 192.168.1.111 (IP address routernya)&lt;br /&gt;Use a Name Server: (isikan sesuai dengan name server diatas misalnya) 202.3.208.11 &lt;br /&gt;terakhir, setelah komputer mengkonfirmasi settingan tadi, kita pilih Accept.&lt;br /&gt;Begitu juga jika komputer client adalah windows, maka settinglah ethernetnya (START &gt; SETTING &gt; CONTROL PANEL &gt; NETWORK CONNECTIONS &gt; pilih koneksi LAN anda)&lt;br /&gt;Klik kanan dan pilih Properties.&lt;br /&gt;klik dua kali pada TCP/IP dan isikan; misalnya:&lt;br /&gt;IP adress: 192.168.1.2&lt;br /&gt;Netmask: 255.255.255.0 (Biasanya otomatis terisi bila diklik)&lt;br /&gt;Gateway: 192.168.1.111 (IP address routernya)&lt;br /&gt;Name Servernya: (isikan sesuai dengan name server diatas misalnya) 202.3.208.11 &lt;br /&gt;selamat mencoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-5284271437800189135?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/5284271437800189135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=5284271437800189135' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/5284271437800189135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/5284271437800189135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/10/membagi-bagi-koneksi-internet-di-linux.html' title='Membagi-bagi Koneksi Internet di Linux Slackware'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-1635244591578495829</id><published>2009-10-01T19:58:00.000+07:00</published><updated>2009-10-01T20:45:34.845+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;JARINGAN KOMPUTER 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="_Toc102929746"&gt;2.1.1 Prinsip Jaringan Komputer&lt;/a&gt;Jaringan komputer pada prinsipnya adalah hubungan antara beberapa komputer yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer tersebut. Jaringan komputer yang dimaksud bisa kecil (misalnya hubungan antara dua atau beberapa komputer dalam sebuah rental pengetikan), bisa besar (misalnya jaringan komputer bank) atau super besar (seperti internet). Komunikasi yang dilakukan bisa dalam berbagai bentuk misalnya transfer file, perintah akses dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc104076155"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc102929747"&gt;2.1.2. Fungsi Jaringan Komputer&lt;/a&gt;Adapun fungsi dari jaringan komputer adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1. Data share. Data yang terdapat pada satu komputer dapat digunakan atau diproses juga oleh komputer lainnya. Dengan sistem jaringan, maka dapat dengan mudah komputer yang satu saling bertukar data dengan computer lainnya. Contoh meng-copy data dengan skala besar &amp;amp; kecil dengan cepat.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;2. Software share. Program yang terdapat pada satu komputer dapat digunakan juga oleh komputer lainnya. Dengan software share, memungkinkan semua komputer terhubung dalam satu program.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;3. Resources share. Penggunaan perangkat keras secara bersama-sama sehingga tidak memerlukan pemasangan setiap perangkat keras ke setiap unit komputer. Contohnya adalah penggunaan printer, scanner, atau kamera.&lt;a name="_Toc104076156"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc102929748"&gt;2.1.3. Topologi Jaringan Komputer&lt;/a&gt;Topologi jaringan komputer adalah penggambaran secara fisik suatu jaringan komputer. Dalam jaringan komputer beberapa workstation yang dipasang akan terhubung ke komputer lain dengan menggunakan media transmisi. Oleh karena itu topologi dalam jaringan komputer adalah penggambaran secara fisik bagaimana suatu jaringan komputer dikonstruksi. Adapun topologi jaringan komputer dasar adalah Linear Bus Topology, Ring Topology dan Star Topology.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc104076157"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc102929749"&gt;2.1.3.1. Linear Bus Topology&lt;/a&gt;Topologi jaringan ini paling sederhana dibandingkan dengan topologi-topologi yang lain. Topologi ini hanya memerlukan kabel yang relatif pendek dan susunan pengkabelannya juga sangat sederhana. Selain itu juga mudah dikembangkan. Jaringan ini pada dasarnya terdiri dari beberapa bus yang dipasang pada kabel secara bersama-sama. Jaringan dengan topologi ini apabila terjadi kerusakan akan sulit di diagnosa. Selain itu bus akan memikul beban penuh apabila lalu lintas jaringan sangat padat.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 1&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 2&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 3&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 4&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 5&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Server&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc104076158"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc102929750"&gt;2.1.3.2. Ring Topology&lt;/a&gt;Topologi ini menggunakan teknik yang berbentuk cincin (ring). Jadi seperti lingkaran tanpa ujung, sebagaimana layaknya cincin. Dengan topologi ini workstation dan server dihubungkan dengan bentuk lingkaran (cincin) pada satu media transmisi. Pemakaian kabel dalam topologi ini juga relatif pendek, dengan demikian biayanyapun akan murah. Sama seperti Linear Bus Topologi, apabila dalam jaringan ini terjadi kerusakan maka akan sulit di diagnosa.WorkStation 1&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 2&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 3&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 4&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 5&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Server&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc104076159"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc102929751"&gt;2.1.3.3. Star Topology&lt;/a&gt;Topologi ini sering disebut topologi bintang karena topologi ini memiliki suatu simpul pusat. Dari simpul pusat yang berupa concentrator inilah server, node, ataupun workstation dihubungkan. Penghubung ke semua piranti tersebut dilakukan dengan media transmisi kabel. Susunan kabel juga relatif mudah untuk dimodifikasi. Namun dengan sistem ini kabel yang diperlukan relatif lebih besar dibanding topologi-topologi yang lain sehingga investasinya akan lebih mahal. Juga masih diperlukan sebuah concentrator sebagai simpul pusat. Salah satu kerugian Star Topology adalah apabila concentrator rusak, maka jaringan akan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 1&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 2&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 3&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Server&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;WorkStation 5&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Hub&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc102929752"&gt;2.1.4. Protokol &lt;/a&gt;JaringanDalam dunia komunikasi data komputer, protokol mengatur bagaimana sebuah komputer berkomunikasi dengan komputer lain. Dalam jaringan computer dapat digunakan banyak macam protokol tetapi agar dua atau lebih komputer dapat berkomunikasi, keduanya perlu menggunakan protokol yang sama. Protokol berfungsi mirip dengan bahasa. Agar dapat berkomunikasi, manusia harus menggunakan bahasa yang sama (pengecualian untuk kasus manusia yang sanggup mengerti bahasa yang lain tetapi tidak mampu untuk menjawab memakai bahasa itu, sehingga bahasa yang dipergunakan pada kasus ini kemungkinan menggunakan dua bahasa).Untuk mempermudah pengertian, penggunaan, desain serta agar terjadi penyeragaman di antara perusahaan pembuat peralatan jaringan komputer, Internasional Standart Organization (ISO) mengeluarkan suatu model lapisan jaringan yang disebut Open Systems Interconnection (OSI). Didalam model OSI ini, proses pengolahan data dibagi dalam tujuh lapisan (layer) dimana masingmasing lapisan mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Model OSI tidak membahas secara detail cara kerja dari tiap-tiap lapisannya.Selain model OSI, ada juga model TCP/IP yang dikeluarkan oleh Department of Defense Amerika (DOD). Jika OSI terdiri dari tujuh lapisan maka TCP/IP hanya terdiri dari empat lapisan. Komputer-komputer yang terhubung ke jaringan dapat saling berkomunikasi karena menggunakan protokol yang sama, yaitu protokol TCP/IP. Perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan Solaris.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc104076161"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="_Toc102929753"&gt;2.1.5. Protokol TCP/IP&lt;/a&gt;Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar defacto jaringan komputer disebabkan karena:&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· Open protocol (Terbuka bagi siapa saja). Protokol TCP/IP didokumentasikan dalam bentuk Request For Comment (RFC), dapat diambil oleh siapapun tanpa biaya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· No suspend (Tidak bergantung). Protokol TCP/IP dikembangkan tanpa bergantung pada sistem operasi atau perangkat keras tertentu. Pengembangan TCP/IP dilakukan dengan konsensus dan tidak tergantung pada produsen tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· Flexible. Protokol TCP/IP dapat dijalankan pada jaringan ethernet, Token Ring, jalur telepon dial-up, jaringan X-25, dan praktis jenis media transmisi apa pun.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· Unique Address. Pengalamatan TCP/IP bersifat unik dalam skala global. Dengan cara ini, komputer dapat saling terhubung walau jaringannya seluas internet.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· Routing Facility. TCP/IP memiliki fasilitas routing sehingga dapat diterapkan pada internetwork.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang berfungsi melakukan komunikasi data pada jaringan komputer. TCP/IP terdiri atas sekumpulan protocol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. Jadi tugas masing-masing protokol menjadi jelas dan sederhana. Protokol yang satu tidak perlu mengetahui cara kerja protokol yang lain, sepanjang ia masih bisa saling mengirim dan menerima data.TCP/IP terbagi dalam beberapa lapisan (layer) yang sebenarnya merupakan penyederhanaan dari arsitektur protokol standar yang dibuat oleh ISO, yaitu suatu model arsitektur yang disebut OSI. Perbandingan antara lapisan-lapisan yang ada pada OSI dengan lapisan-lapisan pada protokol TCP/IP dapat dilihat pada gambar berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Network Access Layer merupakan lapisan terbawah dari hirarki protocol TCP/IP. Lapisan ini digunakan untuk mengirimkan data ke piranti lain yang bergabung dalam jaringan. Datagram adalah format paket yang didefinisikan oleh Internet Protocol pada jaringan yang berbasis pada packet switching. Jadi datagram merupakan unit transmisi elementer dalam jaringan TCP/IP. Network Access Layer pada model TCP/IP mencakup dua lapisan terbawah dari model OSI yaitu Data Link dan Physical Layer. Fungsi lain yang ditangani oleh lapisan ini adalah enkapsulasi datagram ke dalam frame yang ditransmisikan oleh jaringan dan konversi IP address ke dalam alamat yang cocok untuk jaringan fisik di mana datagram ditransmisikan.Internet layer merupakan bagian utama dari TCP/IP karena di dalamnya berisi Internet Protocol yang menyediakan pelayanan pengiriman paket elementer dari jaringan TCP/IP yang dibangun. Fungsi dari Internet Protocol adalah :&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· Mendefinisikan skema pengalamatan jaringan komputer.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· Mendefinisikan datagram yang merupakan unit transmisi elementer di jaringan komputer.· Melewatkan data antara Network Access Layer dan Transport Layer.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· Routing datagram ke host yang berada pada jarak jauh,&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· Menjalankan fragmentasi dan penyusunan kembali datagram.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;· Internet Protocol merupakan protokol yang connectionless (tidak memerlukan proses handshake), tidak dilengkapi error detection dan error recovery.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Transport Layer terdiri atas dua macam protokol penting yaitu TCP(Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol). TCP menyediakan pelayanan dalam pengiriman data dengan menggunakan deteksi dan koreksi kesalahan dari ujung ke ujung (end to end) sedangkan UDP menyediakan pelayanan pengiriman data yang connectionless tanpa menggunakan deteksi dan koreksi kesalahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Source port&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Destination port&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Length&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Checksum&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Source port&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Destination Port&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Secuence number&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Acknowledgement number&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Data sheet&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Reserved&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Flags&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Urgent pointer&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Option (+padding).&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Data (variable)UDP cukup banyak digunakan karena data yang dikirim cukup kecil sehingga menjadi lebih efisien digunakan sebagai protokol pada Transport Layer. TCP menyediakan mekanisme yang dinamakan Positive Acknowledgement with Re-transmission(PAR). Pada mekanisme ini data akan dikirim lagi sampai diperoleh tanda bahwa data telah terkirim dengan baik dari alamat yang dituju. Satu unit data yang dipertukarkan antara modul-modul TCP dinamakan segment.Tipe TCP untuk membuka sebuah koneksi atau handshake dinamakan three-way handshake. Pada tipe ini, tiga buah segment saling dipertukarkan. Dari gambar &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;2.13 terlihat bahwa host A mulai membuka koneksi dengan mengirimkan sebuah segment ke host B dengan mengeset bit dari Synchronize sequence number(SYN). Segment ini memberitahu host B bahwa host A meminta koneksi dan memberitahu host B nomor urutan yang akan digunakan oleh host A sebagai nomor awal segment. Host B memberi tanggapan ke host A dengan memberi segment yang telah diset bit acknowledgement (ACK) dan SYN. Segment Bmemberitahu host A nomor urut dimana host B akan memulai koneksi. Akhirnya host A mengirimkan segment berisi pesan telah menerima segment dari host B dan mulai mengirimkan data.Application Layer melingkupi semua proses yang menggunakan protocol transport layer untuk mengirimkan data. Lapisan ini merupakan lapisan yang berhubungan langsung dengan pelayanan terhadap pengguna seperti fasilitas remote login melalui jaringan, transfer file, email dan sebagainya.Dari struktur empat lapisan TCP/IP terlihat bahwa data akan dikirim dari application layer menuju jaringan fisik. Tiap kali melewati masing-masing lapisan berikutnya, informasi kendali atau header ditambahkan pada data, sehingga pada saat direkonstruksi kembali pada lapisan TCP/IP yang dituju, data tersebut dapat dibaca. Proses ini dinamakan enkapsulasi.&lt;a name="_Toc104755939"&gt;Gambar 2. &lt;/a&gt;8 Proses Enkapsulasi data&lt;a name="_Toc104076162"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc102929754"&gt;2.1.6. IP (Internet Protokol) Address&lt;/a&gt;&lt;a name="_Toc104076163"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="_Toc102929755"&gt;2.1.6.1. Pengertian dan Fungsi&lt;/a&gt;Alamat komputer dalam jaringan komputer dinamakan IP Address. IP Address ditulis sebagai 4 urutan bilangan desimal yang dipisahkan dengan titik. Setiap bilangan tersebut berupa salah satu bilangan yang berharga di antara 0-255 (nilai desimal yang mungkin untuk 1 byte/8 bit). Contoh penulisan IP address ialah sebagai berikut: 132.194.122.144. Jadi dengan menggunakan format seperti diatas, jumlah IP address yang tersedia ialah 255 X 255 X 255 X 255 IP address. Setiap komputer yang terhubung ke jaringan harus memiliki 1 IP address dan satu alamat IP address hanya boleh dimiliki oleh satu komputer.&lt;a name="_Toc104076164"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="_Toc102929756"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;2.1.6.2. Format IP AddressIP Address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik setiap 8 bit-nya. Tiap 8 b it ini disebut oktet. Bentuk IP address adalah sebagai berikut :xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxxSetiap simbol “ x” dapat digantikan oleh angka 0 dan1 misalnya sebagai berikut:00000100 . 11011100 . 11110001 . 00001001Bilangan Biner notasi IP AdressNotasi IP address dengan bilangan biner seperti di atas tidaklah mudah dibaca dan ditulis. Untuk membuatnya lebih mudah dibaca dan ditulis, IP address sering ditulis sebagai 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik. Format penulisan seperti ini disebut dotted decimal notation (notasi decimal bertitik). Setiap bilangan tersebut merupakan nilai dari satu oktet (delapan bit) IP address.&lt;a name="_Toc104755940"&gt;Gambar 2. &lt;/a&gt;9 Notasi desimal bertitik&lt;a name="_Toc104076165"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="_Toc102929757"&gt;2.1.6.3. Kelas IP Address&lt;/a&gt;IP address terdiri dari 4 buah bilangan 8 bit, maka jumlah IP address yang tersedia ialah 255 x 255 x 255 x 255. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address dikelompokkan dalam kelas-kelas. Tujuannya pembagian IP address ke dalam kelas-kelas adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP address.IP address dikelompokkan dalam lima kelas: kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. Khusus kelas D diperuntukkan bagi jaringan multicast dan Kelas E untuk keperluan eksperimental.Pembagian kelas-kelas IP address didasarkan pada dua hal : network-ID dan host-ID dari suatu IP address. Setiap IP address selalu merupakan sebuah pasangan dari network-ID (identitas jaringan) dan host-ID (identitas host dalam jaringan tersebut).§ Network-ID ialah bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukkan jaringan tempat komputer ini berada.§ Host-ID ialah bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukkan workstation, server, router dan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut. Dalam semua jaringan, host-ID harus unik (tidak boleh ada yang sama).&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc104769586"&gt;Tabel 2. &lt;/a&gt;1 Perbandingan Network-ID&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Kelas IP&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Network-ID&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;A&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;1.H.H.H s/d 126.H.H.H&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;B&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;28.1.H.H s/d 191.254.H.H&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;C&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;192.0.1.H s/d 233.255.254.H&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tabel 2.1 menunjukkan perbandingan range dari Network-ID dari kelas A, B, C. sedangkan untuk perbandingan Host-ID yang dimiliki oleh ketiga kelas tersebut dapat dilihat pada tabel.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc104769587"&gt;Tabel 2. &lt;/a&gt;2 Perbandingan Host-ID&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Kelas IP&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Host-IDAN.0.0.1 s/d N.255.254BN.N.0.1 s/d N.N.255.254CN.N.N.1 s/d N.N.N.254Sedangkan perbandingan IP address untuk kelas A, B dan C terhadap jumlah host dan jaringan yang dapat disediakan masing-masing kelas diperlihatkan pada table dibawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a name="_Toc104769588"&gt;Tabel 2. &lt;/a&gt;3 Perbandingan Jumlah Jaringan dan HostKelas IPJumlah JaringanJumlah HostA126 16.777.214B16.384 65.534C2.097.152254&lt;a name="_Toc104076166"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="_Toc102929758"&gt;&lt;/a&gt;2.1.6.4. Aturan Dasar Pemilihan Network-ID dan Host-IDTerdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network-ID dan host-ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut antara lain :- Network-ID tidak boleh sama dengan 127. Karena digunakan untuk keperluan loopback. Loopback ialah IP address yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.- Network-ID dan host-ID tidak boleh sama dengan 255 (seluruh bit diset 1). Jika hal ini dilakukan, network-ID atau host-ID tersebut akan diartikan sebagai alamat broadcast. Broadcast-ID artinya alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat broadcast akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh anggota jaringan tersebut.- Network-ID dan Host-ID tidak boleh 0 (nol). IP address dengan host-ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network ialah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan dan tidak menunjukkan suatu host.- Host-ID harus unik dalam satu network. Dalam satu jaringan tidak boleh ada dua host yang memiliki host-ID yang sama.&lt;a name="_Toc104076167"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="_Toc102929759"&gt;2.1.7. Port&lt;/a&gt;Ketika data dikirimkan melalui jaringan ke suatu host tertentu, data tersebut harus dikirim ke tempat dan proses yang tepat. Data yang dikirim turun atau naik pada lapisan-lapisan protokol TCP/IP harus dapat menyampaikan data untuk masing-masing lapisan pada protokol yang tepat. Sistem harus dapat mengkombinasikan data dari berbagai aplikasi ke beberapa protokol jaringan. Proses mengkombinasikan data dari berbagai sumber ke suatu jalur data tunggal dinamakan proses multiplexing, sedangkan proses sebaliknya dinamakan demultiplexing. Untuk memperoleh data yang tepat pada tiap-tiap lapisan tersebut, Internet Protokol menggunakan nomor port protokol untuk mengidentifikasi transport protocol, selanjutnya transport protocol tersebut menggunakan nomor port untuk mengidentifikasikan aplikasi yang akan digunakan.Nomor protokol merupakan sebuah byte tunggal pada word ketiga dari header datagram. Nilainya merupakan layer protocol Internet Protokol yang menunjukkan ke mana data harus dikirim. Setelah Internet Protokol mengirimkan data yang masuk ke transport protokol, kemudian transport protokol mengirimkan data ke proses aplikasi yang tepat. Aplikasi proses atau network services ditunjukkan dengan nomor port yang merupakan data 16 bit. Nomor port data asal dan nomor port data tujuan terletak pada header pertama data word dari tiap-tiap bagian paket TCP maupun UDP.&lt;a name="_Toc104076168"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="_Toc102929760"&gt;2.1.8. Socket&lt;/a&gt;Socket merupakan jembatan yang menghubungkan suatu aplikasi berbasis jaringan dengan lapisan TCP/UDP pada sistem operasi. Gambar berikut menunjukkan ilustrasi mengenai socket:&lt;a name="_Toc104755942"&gt;Gambar 2. &lt;/a&gt;11 Ilustrasi mengenai socketSebuah socket umumnya digunakan pada aplikasi yang menyangkut perpindahan data melalui jaringan komputer. socket menyediakan jalur untuk mentransfer data ke tujuan. Seperti terlihat pada gambar di atas, terdapat dua pasang socket, yaitu yang digunakan untuk proses pengiriman data dan yang digunakan untuk proses penerimaan data.Pada aplikasi client-server, socket digunakan dalam implementasi program sisi client maupun sisi server. Saat client mengirimkan request, socket pengiriman ada pada sisi client, sementara socket penerimaan ada pada sisi server. Pada saat server mengirimkan response, socket pengiriman ada pada sisi server, sementara socket penerimaan ada pada sisi client.Sebuah socket dilengkapi dengan alamat, yang terdiri atas IP address tujuan dan nomor port. Nomor port merupakan bilangan bulat yang digunakan untuk membedakan layanan-layanan yang berjalan pada komputer server yang sama. Pengguna layanan menggunakan nomor port ini untuk menghubungi komputer server dengan workstation (client).Dengan menggunakan nomor port yang standar, komunikasi dapat terjadi antar beberapa komputer dari jarak jauh untuk mengerjakan berbagai layanan jaringan, karena baik pengirim maupun penerima saling mengetahui ke mana data harus dikirim menggunakan nomor port tersebut. Sebagai contoh, semua system menggunakan nomor port 23 untuk aplikasi TELNET. Lampiran tentang daftar Port Number terdapat pada lampiran. Port 80 untuk aplikasi website.Oleh karena pada perancangan sistem akan dibuat suatu jenis layanan baru dengan memanfaatkan socket, maka dapat dibuat nomor port tersendiri untuk aplikasi tersebut. Winsock merupakan socket yang digunakan untuk menjadi antarmuka (interface) antara TCP/IP dengan Microsoft TCP/IP. Winsock dibuat pada tahun 1991. Sekarang ini kebanyakan aplikasi internet berbasis Windows menggunakan Winsock. Ada dua macam operasi yang bisa dilakukan Winsock, yaitu:SckTCPProtokol, pada mode ini, Winsock menggunakan protokol TCP sehingga koneksi yang dibangun bersifat connection oriented.SckUDPProtokol, pada mode ini, Winsock menggunakan protokol UDP sehingga koneksi yang dibangun bersifat connectionless.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-1635244591578495829?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/1635244591578495829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=1635244591578495829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/1635244591578495829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/1635244591578495829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/10/jaringan-komputer-2-2.html' title=''/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-7635830978357885496</id><published>2009-04-04T14:36:00.000+07:00</published><updated>2009-04-07T16:17:11.518+07:00</updated><title type='text'>Penghitungan Subneting</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(238,238,238);font-family:Arial;font-size:13;"  &gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal;font-size:13;color:#ffffff;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Subnetting &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Dengan subnetting, anda bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Dua alasan utama melakukan subnetting:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px 25px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;li style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari Class C address.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h3 style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0pxfont-family:Georgia, Times, 'Times New Roman', serif;font-size:1.4em;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Subnets&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Subnet &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;adalah network yang berada di dalam sebuah network lain (Class A, B, dan C). Subnets dibuat menggunakan satu atau lebih bit-bit di dalam host Class A, B, atau C untuk memperlebar network ID. Jika standar network ID adalah 8, 16, dan 24 bit, maka subnet bisa memiliki panjang network ID yang berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Picture 1: Subnetting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="wp-caption alignnone" style="BORDER-RIGHT: rgb(51,51,51) 1px solid; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: rgb(51,51,51) 1px solid; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 3px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: rgb(51,51,51) 1px solid; WIDTH: 510px; PADDING-TOP: 5px; BORDER-BOTTOM: rgb(51,51,51) 1px solid; BACKGROUND-COLOR: rgb(34,34,34); TEXT-ALIGN: center; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;img title="Before Subnetting" style="BORDER-RIGHT: rgb(51,51,51) 1px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: rgb(51,51,51) 1px; PADDING-LEFT: 0px; MAX-WIDTH: 98.5%; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: rgb(51,51,51) 1px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: rgb(51,51,51) 1px; BACKGROUND-COLOR: rgb(34,34,34); -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial" height="288" alt="Before Subnetting" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081022120113_before_subnetting_48feb3995f955.jpg" width="500" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;p class="wp-caption-text" style="PADDING-RIGHT: 5px; PADDING-LEFT: 5px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; TEXT-ALIGN: rightfont-size:0.8em;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Before Subnetting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignnone" style="BORDER-RIGHT: rgb(51,51,51) 1px solid; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: rgb(51,51,51) 1px solid; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 3px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: rgb(51,51,51) 1px solid; WIDTH: 510px; PADDING-TOP: 5px; BORDER-BOTTOM: rgb(51,51,51) 1px solid; BACKGROUND-COLOR: rgb(34,34,34); TEXT-ALIGN: center; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;img title="AfterSubnetting" style="BORDER-RIGHT: rgb(51,51,51) 1px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: rgb(51,51,51) 1px; PADDING-LEFT: 0px; MAX-WIDTH: 98.5%; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: rgb(51,51,51) 1px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: rgb(51,51,51) 1px; BACKGROUND-COLOR: rgb(34,34,34); -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial" height="288" alt="After Subnetting" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081022120112_after_subnetting_48feb398e33d0.jpg" width="500" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;p class="wp-caption-text" style="PADDING-RIGHT: 5px; PADDING-LEFT: 5px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; TEXT-ALIGN: rightfont-size:0.8em;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;After Subnetting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Gambar di Picture 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt; menunjukkan sebuah network sebelum dan sesudah subnetting diaplikasikan. Di dalam jaringan yang tidak subnetkan, network ditugaskan ke dalam Address di Class B 144.28.0.0. Semua device di dalam network ini harus berbagi domain broadcast yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Di network yang ke dua, empat bit pertama host ID digunakan untuk memisahkan network ke dalam dua bagian kecil network – diidentifikasikan dengan &lt;/span&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;subnet 16 dan 32&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;. Bagi dunia luar (di sisi luar router), kedua network ini tetap akan tampak seperti sebuah network dengan &lt;/span&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;IP 144.28.0.0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;. Sebagai contoh, dunia luar menganggap device di &lt;/span&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;144.28.16.22&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt; dimiliki oleh jaringan&lt;/span&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;144.28.0.0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;. Sehingga, paket yang dikirim ke device ini dikirim ke router di &lt;/span&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;144.28.0.0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;. Router kemudian melihat bagian subnet dari host ID untuk memutuskan apakah paket diteruskan ke&lt;/span&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;subnet 16 atau 32&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0pxfont-family:Georgia, Times, 'Times New Roman', serif;font-size:1.4em;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Subnet Mask&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Agar subnet dapat bekerja, router harus diberi tahu bagian mana dari host ID yang digunakan untuk network ID subnet. Cara ini diperoleh dengan menggunakan angka 32 bit lain, yang dikenal dengan subnet mask. Bit IP address yang mewakili network ID tampil dengan angka 1 di dalam mask, dan bit IP address yang menjadi host ID tampil dengan angka 0 di dalam mask. Jadi biasanya, sebuah subnet mask memiliki deretan angka-angka 1 di sebelah kiri, kemudian diikuti dengan deretan angka 0.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Sebagai contoh, subnet mask untuk subnet di &lt;/span&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Picture 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt; – dimana network ID yang berisi 16 bit network ID ditambah tambahan 4-bit subnet ID – terlihat seperti ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 25px 15px; BORDER-LEFT: rgb(116,170,237) 3px solid; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;11111111 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;11111111  11110000  00000000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Atau dengan kata lain, 20 bit pertama adalah 1, dan sisanya 12 bit adalah 0. Jadi, network ID memiliki panjang 20 bit, dan bagian host ID yang telah disubnetkan memiliki panjang 12 bit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Untuk menentukan network ID dari sebuah IP address, router harus memiliki kedua IP address dan subnet masknya. Router kemudian menjalankan operasi logika AND di IP address dan mengekstrak (menghasilkan) network ID. Untuk menjalankan operasi logika AND, tiap bit di dalam IP address dibandingkan dengan bit subnet mask. Jika kedua bit 1, maka hasilnya adalah, Jika salah satu bit 0, maka hasilnya adalah 0.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh network address yang di hasilkan dari IP address menggunakan 20-bit subnet mask dari contoh sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 353pt; PADDING-TOP: 0px; BORDER-COLLAPSE: collapse" cellspacing="0" cellpadding="0" width="469" border="0"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 104pt; PADDING-TOP: 0px" width="139"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 62pt; PADDING-TOP: 0px" width="82"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 61pt; PADDING-TOP: 0px" width="81"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 62pt; PADDING-TOP: 0px" width="82"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 64pt; PADDING-TOP: 0px" width="85"&gt;&lt;/span&gt;&lt;tbody style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 104pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" width="139" height="18"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 62pt; PADDING-TOP: 0px" width="82"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;144.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 61pt; PADDING-TOP: 0px" width="81"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;28.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 62pt; PADDING-TOP: 0px" width="82"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;16.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 64pt; PADDING-TOP: 0px" width="85"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;17.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 6pt" height="8"&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 6pt" height="8"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;IP address (biner)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;10010000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;00011100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;00100000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;00001001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Subnet mask&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11111111&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11111111&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11110000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;00000000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Network ID&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;10010000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;00011100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;00100000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;00000000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 4.5pt" height="6"&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 4.5pt" height="6"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;td class="xl22" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;144.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;28.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;16.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl23" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;0&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Jadi network ID untuk subnet ini adalah &lt;/span&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;144.28.16.0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Subnet mask, seperti juga IP address ditulis menggunakan notasi desimal bertitik (dotted decimal notation). Jadi 20-bit subnet mask seperti contoh diatas bisa dituliskan seperti ini: &lt;/span&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;255.255.240.0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;&lt;br /&gt;Subnet mask:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 249pt; PADDING-TOP: 0px; BORDER-COLLAPSE: collapse" cellspacing="0" cellpadding="0" width="330" border="0"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 62pt; PADDING-TOP: 0px" width="82"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 61pt; PADDING-TOP: 0px" width="81"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 62pt; PADDING-TOP: 0px" width="82"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 64pt; PADDING-TOP: 0px" width="85"&gt;&lt;/span&gt;&lt;tbody style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" height="18"&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 62pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 13.5pt" width="82" height="18"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11111111&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 61pt; PADDING-TOP: 0px" width="81"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11111111&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 62pt; PADDING-TOP: 0px" width="82"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11110000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 64pt; PADDING-TOP: 0px" width="85"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;00000000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 12.75pt" height="17"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 12.75pt" height="17"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;255.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;255.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;240.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;0.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;blockquote style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 25px 15px; BORDER-LEFT: rgb(116,170,237) 3px solid; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Jangan bingung membedakan antara subnet mask dengan IP address. Sebuah subnet mask tidak mewakili sebuah device atau network di internet. Cuma menandakan bagian mana dari IP address yang digunakan untuk menentukan network ID. Anda dapat langsung dengan mudah mengenali subnet mask, karena octet pertama pasti 255, 255 bukanlah octet yang valid untuk IP address class.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;h3 style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0pxfont-family:Georgia, Times, 'Times New Roman', serif;font-size:1.4em;"  &gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Aturan-aturan Dalam Membuat Subnet mask&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ol style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px 25px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;li style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Angka minimal untuk network ID adalah 8 bit. Sehingga, octet pertama dari subnet pasti 255.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Angka maximal untuk network ID adalah 30 bit. Anda harus menyisakan sedikitnya 2 bit untuk host ID, untuk mengizinkan paling tidak 2 host. Jika anda menggunakan seluruh 32 bit untuk network ID, maka tidak akan tersisa untuk host ID. Ya, pastilah nggak akan bisa. Menyisakan 1 bit juga tidak akan bisa. Hal itu disebabkan sebuah host ID yang semuanya berisi angka 1 digunakan untuk broadcast address dan semua 0 digunakan untuk mengacu kepada network itu sendiri. Jadi, jika anda menggunakan 31 bit untuk network ID dan menyisakan hanya 1 bit untuk host ID, (host ID 1 digunakan untuk broadcast address dan host ID 0 adalah network itu sendiri) maka tidak akan ada ruang untuk host sebenarnya. Makanya maximum network ID adalah 30 bit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Karena network ID selalu disusun oleh deretan angka-angka 1, hanya 9 nilai saja yang mungkin digunakan di tiap octet subnet mask (termasuk 0). Tabel berikut ini adalah kemungkinan nilai-nilai yang berasal dari 9 bit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-COLLAPSE: collapse; HEIGHT: 172px" cellspacing="0" cellpadding="0" width="197" border="0"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px" width="101"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;/span&gt;&lt;tbody style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 27pt" height="36"&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 27pt" width="101" height="36"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; TEXT-DECORATION: underline"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Binary Octet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; TEXT-DECORATION: underline"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Decimal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" height="19"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" width="101" height="19"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;00000000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;0&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" height="19"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" width="101" height="19"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;10000000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;128&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" height="19"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" width="101" height="19"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11000000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;192&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" height="19"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" width="101" height="19"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11100000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;224&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" height="19"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" width="101" height="19"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11110000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;240&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" height="19"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" width="101" height="19"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11111000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;248&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" height="19"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" width="101" height="19"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11111100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;252&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" height="19"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" width="101" height="19"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11111110&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;254&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" height="19"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 76pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 14.25pt" width="101" height="19"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;11111111&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 72pt; PADDING-TOP: 0px" width="96"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;255&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h3 style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0pxfont-family:Georgia, Times, 'Times New Roman', serif;font-size:1.4em;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Private dan Public Address&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Host apapun dengan koneksi langsung ke internet harus memiliki IP address unik global. Tapi, tidak semua host terkoneksi langsung ke internet. Beberapa host berada di dalam network yang tidak terkoneksi ke internet. Beberapa host terlindungi firewall, sehingga koneksi internet mereka tidak secara langsung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Beberapa blok IP address khusus digunakan untuk private network atau network yang terlindungi oleh firewall. Terdapat tiga jangkauan (range) untuk IP address tersebut seperti di tabel berikut ini. Jika anda ingin menciptakan jaringan private TCP/IP, gunakan IP address di tabel ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px 0px 15px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 353pt; PADDING-TOP: 0px; BORDER-COLLAPSE: collapse" cellspacing="0" cellpadding="0" width="470" border="0"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 87pt; PADDING-TOP: 0px" width="116"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 90pt; PADDING-TOP: 0px" width="120"&gt;&lt;col style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 176pt; PADDING-TOP: 0px" width="234"&gt;&lt;/span&gt;&lt;tbody style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 31.5pt" height="42"&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 87pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 31.5pt" width="116" height="42"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;CIDR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 90pt; PADDING-TOP: 0px" width="120"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Subnet Mask&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl25" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 176pt; PADDING-TOP: 0px" width="234"&gt;&lt;strong style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;Address Range&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 18.75pt" height="25"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 87pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 18.75pt" width="116" height="25"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;10.0.0.0/8&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 90pt; PADDING-TOP: 0px" width="120"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;255.0.0.0&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 176pt; PADDING-TOP: 0px" width="234"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;10.0.0.1 – 10.255.255.254&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 18.75pt" height="25"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 87pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 18.75pt" width="116" height="25"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;172.16.0.0/12&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 90pt; PADDING-TOP: 0px" width="120"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;255.255.240.0&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 176pt; PADDING-TOP: 0px" width="234"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;172.16.1.1 – 172.31.255.254&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 18.75pt" height="25"&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; WIDTH: 87pt; PADDING-TOP: 0px; HEIGHT: 18.75pt" width="116" height="25"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;192.168.0.0/16&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 90pt; PADDING-TOP: 0px" width="120"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;255.255.0.0&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl24" style="PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 176pt; PADDING-TOP: 0px" width="234"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;192.168.0.1 – 192.168.255.254&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-7635830978357885496?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/7635830978357885496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=7635830978357885496' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/7635830978357885496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/7635830978357885496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/04/penghitungan-subneting.html' title='Penghitungan Subneting'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-1834266339852747914</id><published>2009-03-27T17:29:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T17:47:20.975+07:00</updated><title type='text'>perbedaan kabel cross dan staight</title><content type='html'>Untuk menghubungkan dua buah komputer atau menghubungkan dua buah HUB/Switch dengan kabel UTP, dapat menggunakan kabel crossover. Jika mau menghubungkan komputer ke HUB/Switch, gunakan kabel straight.&lt;br /&gt;Dalam pengkabelan straight dan cross, kita bisa lihat standar yang sudah ditetapkan untuk masalah pengkabelan ini, EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.&lt;br /&gt;EIA/TIA 568A --- EIA/TIA 568B&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kabel StraightKabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switchmenggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.&lt;br /&gt;Lebih detailnya, lihat gambar berikut : [klik untuk memperbesar]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan kabel straight :menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa&lt;br /&gt;Kabel crossoverKabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.&lt;br /&gt;Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya.&lt;br /&gt;Penggunaan kabel crossover :menghubungkan 2 buah komputer secara langsungmenghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.menghubungkan komputer ke port uplink Switchmenghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch&lt;br /&gt;Port biasa VS Port uplinkUntuk menghubungkan dua buah HUB/Switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Tapi jika HUB/Switch atau Network Interface Card (NIC) atau peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di HUB/Switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan dari : SoloCyberCity&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-1834266339852747914?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/1834266339852747914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=1834266339852747914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/1834266339852747914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/1834266339852747914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/03/perbedaan-kabel-cross-dan-staight.html' title='perbedaan kabel cross dan staight'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-3139326411722477547</id><published>2009-03-27T15:35:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T15:48:00.837+07:00</updated><title type='text'>Persamaan Diferensial</title><content type='html'>Persamaan Diferensial&lt;br /&gt;               Persamaan diferensial adalah suatu persamaan yang meliputi turunan fungsi dari satu atau lebih variabel terikat terhadap satu atau lebih variabel bebas.&lt;br /&gt;Persamaan diferensial terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Persamaan Diferensial Biasa : jika turunan fungsi bergantung pada satu variabel bebas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persamaan Diferensial Parsiil : jika turunan fungsi bergantung pada lebih dari satu variabel bebas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Hubungan antara variabel bebas x, variabel tak bebas y, dan satu atau lebih koefisien diferensial y terhadap x adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa aturan standar turunan ditunjukkan oleh tabel di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perkalian dan pembagian pada turunan memiliki bentuk sebagai berikut :Hasil kali&lt;br /&gt;Jika , maka : Hasil bagi&lt;br /&gt;Sedangkan jika , maka :&lt;br /&gt;Sedangkan jika F merupakan sebuah fungsi x, maka untuk menyelesaikan turunan dari fungsi F tersebut dapat digunakan aturan rantai, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orde suatu persamaan differensial ditentukan oleh turunan tertinggi yang terdapat dalam persamaan tersebut. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini :, adalah persamaan differensial orde pertama., adalah persamaan differensial orde kedua., adalah persamaan differensial orde ketiga.&lt;br /&gt;Contoh :Tentukan  dalam fungsi berikut :y = x2tan xy = (sin 3x)/(x+1)y = (4x + 3)6&lt;br /&gt;Penyelesaian :y = x2tan x = x2sec2 x + 2xtan xJadi  = x(sec2 x + 2tan x)y = (sin 3x)/(x+1) = y = (4x + 3)6 = 24(4x + 3)5&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-3139326411722477547?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/3139326411722477547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=3139326411722477547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/3139326411722477547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/3139326411722477547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/03/persamaan-diferensial.html' title='Persamaan Diferensial'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-755171178509622155</id><published>2009-03-26T12:18:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T12:20:17.771+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(42, 42, 42); font-family: Verdana; font-size: 11px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Model Layer OSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; text-align: center; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osigroupedlayers.gif" alt="osigroupedlayers.gif" style="border: 1px solid rgb(176, 176, 176); margin: 5px; padding: 5px;" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span id="more-388"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.&lt;br /&gt;Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;“Open” dalam OSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/open.gif" alt="open.gif" style="border: 1px solid rgb(176, 176, 176); margin: 5px; padding: 5px; width: 221px; height: 73px;" align="left" width="221" height="73" /&gt;“Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;Modularity&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.&lt;br /&gt;Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;table align="center" border="1" width="420"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;" align="center"&gt;Modularity&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="width: 309px;"&gt;&lt;img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/modularity_1.gif" alt="modularity_1.gif" style="border: 1px solid rgb(176, 176, 176); margin: 5px; padding: 5px;" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Seperti contoh Jasa Antar/Kurir. “Modularity” pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/modularity_2.gif" alt="modularity_2.gif" style="border: 1px solid rgb(176, 176, 176); margin: 5px; padding: 5px;" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai di Toronto. Pesawat terbang membawa paket ke Toronto tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;7 Layer OSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Model OSI terdiri dari 7 layer :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Application&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Presentation&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Session&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transport&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Network&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data Link&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Physical&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; text-align: center; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osilayer.gif" alt="osilayer.gif" style="border: 1px solid rgb(176, 176, 176); margin: 5px; padding: 5px;" width="451" height="279" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;Model OSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px 0px 15px; padding: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-755171178509622155?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/755171178509622155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=755171178509622155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/755171178509622155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/755171178509622155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2009/03/pengantar-model-open-systems.html' title=''/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-4878130845842894416</id><published>2008-12-24T15:19:00.000+07:00</published><updated>2008-12-24T15:31:21.633+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pengertian dasar dan definisi Teknologi Informasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mudah memahami penertian tentang teknologi informasi marilah kita lihat perkembangan sejarahnya. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya. Setelah ucapan itu selesai maka informasi berada ditangan si penerima. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Sampai jarak tertentu meskipun masih terdengar informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.&lt;br /&gt;Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.&lt;br /&gt;Adanya alfabet dan angka arabik memudahkan penyampaian informasi dari yang sebelumnya satu gambar mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau penulisan angka yang tadinya MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi ini memudahkan penulisan informasi.&lt;br /&gt;Teknologi percetakan memungkinkan pembuatan pintu informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer bahkan membuat informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.&lt;br /&gt;Dari ilustrasi di atas, maka teknologi merupakan hasil karya kreasi dan inovasi manusia untuk mempermudah berbagai proses dan kegiatan dalam kehidupannya. Penerapan keilmuan untuk mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang merupakan teknologi. Jadi, Teknologi dapat diartikan sebagai suatu aplikasi dari ilmu dan rekayasa untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas dan memperbaiki kondisi manusia, atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek.&lt;br /&gt;Untuk dapat mengartikan kata informasi, maka sebelumnya kita harus paham dan mengerti difinisi dari “data”. Data dapat didefinsikan sebagai kumpulan fakta mentah yang ada dalam kehidupan. Data merupakan fakta yang belum memiliki manfaat untuk manusia, karena hanya berupa sekumpulan kenyataan yang belum tersusun sehingga tidak dapat diketahui manfaat atau tujuannya. Sekumpulan fakta ini akan menjadi bermanfaat apabila telah diolah terlebih dahulu sehingga dapat memberikan gambaran tujuan yang dimaksudkan. Contoh proses pengolahan data yang dilakukan untuk menghasilkan informasi:&lt;br /&gt;- Menyusun data menurut konfigurasi tertentu sehingga terbentuk tampilan, misalnya tabel, maka tabel tersebut akan memberikan arti.&lt;br /&gt;- Suatu operasi aritmetika, seperti penambahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian.&lt;br /&gt;- Suatu operasi statistik, misalnya nilai rata-rata, nilai tengah, dan modus.&lt;br /&gt;- Suatu operasi logika, misalnya lebih besar, lebih kecil, lebih besar, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kata informasi memiliki arti yang berbeda-beda tergantung pada konteks yang dimaksudkan. Secara umum, Informasi dapat diartikan merupakan hasil pengolahan data yang diproses untuk dapat disampaikan dalam berbagai bentuk yang memiliki arti tertentu agar dapat dimanfaatkan atau dimengerti oleh manusia sesuai dengan komponen dan media penyampaiannya masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengertian dari &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;Teknologi Informasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dapat diartikan secara umum sebagai suatu subyek yang luas yang berkenaan tentang teknologi dan aspek lain tentang bagaimana melakukan manajemen dan pemrosesan pengolahan data menjadi informasi. Teknologi informasi ini merupakan subsistem dari sistem informasi (information system). Terutama dalam tinjauan dari sudut pandang teknologinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-4878130845842894416?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/4878130845842894416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=4878130845842894416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/4878130845842894416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/4878130845842894416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2008/12/pengertian-dari-teknologi-informasi.html' title=''/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2462161873354049566.post-540229329734286619</id><published>2008-12-18T16:50:00.000+07:00</published><updated>2008-12-25T20:05:05.109+07:00</updated><title type='text'>Membuat Design Blog yang Menarik</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Membuat penampilan blog yang menarik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; adalah sebuah seni. Dan seperti membuat seni, ini bisa sangat memusingkan dan menjadi pengalaman yang berharga. Memulai pada sebuah kanvas kosong bisa jadi menakutkan, terlebih lagi jika kamu tidak tau harus darimana memulainya atau kamu tidak punya inspirasi sama sekali. Pada point ini, ini sangat menggoda untuk tidak melakukan apa-apa dan menunda-nunda.Lalu berminggu-minggu telah berlalu dan tidak terjadi apa-apa,ini menyebalkan,tapi design blog kamu tidak bisa terbuat dengan sendirinya. Jika kamu membaca ini, itu berarti kamu termotivasi untuk berusaha. Maksud saya jika kamu tidak pikir panjang dan menjelajahi Youtube seperti beberapa kemungkinan seperti sekarang ini (saya tau karena pernah mengalaminya di masa lalu) kamu tidak akan pernah mendapatkan tampilan blog yang mengagumkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak suka menunggu ide sampai inspirasi mendatangi saya, karena ini tidak&lt;br /&gt;realistis. Jadi kebanyakan dari usul saya bisa langsung kamu praktekkan. Ini ada&lt;br /&gt;beberapa cara yang saya temukan sangat membantu dalam memulai mendesign blog.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;1.Tentukan waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentukan waktu luang yang tepat bisa 2 jam untuk mengerjakan tampilan blog,dalam&lt;br /&gt;waktu 2 jam itu,kamu tidak boleh melakukan hal yang lain,selain mendesign,pikirkan tentang design,dan design. Ok, saya bisa menginjinkan kamu untuk kekamar mandi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;2.Bersihkan Area Kerja Kamu (Yap, termasuk program komputer kamu)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jauhkan segala sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan men-design,Peraturan&lt;br /&gt;saya yang paling jitu adalah jika saya tidak membutuhkan ini untuk men-design,&lt;br /&gt;sembunyikanlah.tempat kerja yang bersih bisa membuat kamu berpikir lebih jernih dan tetap fokus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;3.Dapatkan jawabannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kenapa kamu mendesign blog? atau kenapa kamu mendesign ulang blog. cara ini&lt;br /&gt;sangat membantu saya untuk mendapatkan tujuan awal saya dan memulai kembali&lt;br /&gt;bekerja. Katakan tujuan kamu adalah untuk mendesign sebuah blog, reflek ini lebih&lt;br /&gt;mencerminkan kepribadian kamu.&lt;br /&gt;Yang pertama,gambarkan apa yang sedang kamu rasakan. Design blog yang paling&lt;br /&gt;bagus bisa memacu emosi.Design blog yang paling jelek menimbulkan perasaan yang aneh diperut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;setelah kamu menggambarkan kemana perasaan kamu akan pergi,ikutilah beberapa ide yang akan menyempurnakan emosi kamu. Lalu design-lah sampai kamu bisa menunjukkannya kepada seseorang mengenai design blog kamu dan katakan pada mereka “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini Gw Banget&lt;/span&gt;” atau “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini loh Gw&lt;/span&gt;“.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;4.Memulai diatas kertas dan pencil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jagalah ini tetap sederhana, Tinggal gambarkan dimana unsur-unsur utama ingin&lt;br /&gt;kamu letakkan.Ini dimana kamu memutuskan jika kamu ingin sebuah kiri atau kanan&lt;br /&gt;Side bar, Header yang besar atau yang kecil.footer yang tebal atau yang tipis,&lt;br /&gt;dan element lainnya.Cobalah beberapa sketsa sampai kamu menemukan sesuatu yang&lt;br /&gt;kamu suka. Kemudian Bukalah program menggambar kamu dan buatlah sketsanya jadi lebih hidup dengan memberi bentuk dasar dan mengisinya dengan beberapa text. Jangan khawatir dengan proses ini. Segalanya bisa diubah nanti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;5.Bekerja disuatu tempat yang berbeda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu benar-benar punya masalah dalam memulai hal yang diatas, cobalah metode lain mungkin ini bisa membantu. Kamu tidak harus pergi keluar kota,cobalah&lt;br /&gt;ditempat yang berbeda,yang lebih  baik. jika kamu biasa kerja dikamar tidur&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;kamu,cobalah pindah ke dapur atau ruang keluarga.jika masih nggak bisa juga, coba&lt;br /&gt;deh di taman,pos siskamling atau perpustakaan setidaknya sekali-sekali dan lihat&lt;br /&gt;bagaimana perasaan kamu, Saya pribadi menemukan kemudahan untuk memulai yaitu&lt;br /&gt;pada hal-hal yang ada di perpustakaan sejak setiap orang bekerja dengan baik,&lt;br /&gt;jadi tak ada hal lain yang dilakukan, kecuali kerja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2462161873354049566-540229329734286619?l=qie-qie16.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://qie-qie16.blogspot.com/feeds/540229329734286619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2462161873354049566&amp;postID=540229329734286619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/540229329734286619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2462161873354049566/posts/default/540229329734286619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://qie-qie16.blogspot.com/2008/12/membuat-penampilan-blog-yang-menarik.html' title='Membuat Design Blog yang Menarik'/><author><name>No body is perfect</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10375293663386851965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ayi4eEvGQqk/Sy8yAShABTI/AAAAAAAAAAg/BAWszix2WrQ/S220/Auw.+.+.Auw.+.+.Auw.+.+.(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
